UNTUK MEMBACA BERITA SERET KEATAS
Uncategorized
Home » Berita » Diduga Kuat Dijual ke Luar Daerah, Pupuk Bersubsidi di Desa Sei Bamban Dipergoki Warga

Diduga Kuat Dijual ke Luar Daerah, Pupuk Bersubsidi di Desa Sei Bamban Dipergoki Warga

Oplus_16908288

 

Serdang Bedagai// jejakmedia.Com|

Praktik penyaluran pupuk bersubsidi di Desa Sei Bamban kembali menjadi sorotan tajam publik.

 

Warga memergoki sebuah mobil pick up bermuatan pupuk bersubsidi yang diduga hendak dibawa keluar wilayah, sebuah tindakan yang berpotensi melanggar aturan distribusi pupuk subsidi.

Opening Ceremony World Cup 2026 Dan Laga Perdana Polres Pakpak Bharat Gelar Nonton Bareng.

Kejadian tersebut berlangsung di wilayah Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai.

 

Mobil pick up Gran Max bernomor polisi BK 9181 XN terlihat telah penuh muatan pupuk dan ditutup rapat menggunakan terpal, seolah ingin menghindari perhatian publik.

 

Menurut keterangan warga, seorang warga berinisial S yang sedang berada di warung dekat kios UD Tani Lestari melihat mobil tersebut bersiap berangkat. Merasa ada kejanggalan, warga lain berinisial J dengan sigap mengejar dan berhasil menghentikan kendaraan tersebut di jalan.

Kios Rusak Diterjang Angin, Kepala Pasar Turun Tangan

 

Saat ditanya tujuan pengiriman pupuk, sopir justru bungkam. Ia menolak memberikan keterangan dan hanya menjawab singkat, “Saya disuruh.” Sikap ini semakin memicu kecurigaan warga, mengingat pupuk bersubsidi secara aturan tidak boleh diperjualbelikan bebas apalagi dibawa keluar daerah.

 

Tak lama kemudian, sopir menghubungi pemilik kios pupuk UD Tani Lestari. Pemilik kios pun datang ke lokasi dan mempertanyakan siapa warga yang berani menghentikan mobil tersebut. Warga berinisial S dengan tegas mengaku sebagai pihak yang menyetop kendaraan karena menilai ada dugaan penyimpangan distribusi.

 

Bupati Batu Bara Hadiri Pelantikan PC JMSI Batu Bara Periode 2026 – 2031

Pemilik kios pupuk yang diketahui bernama Maganim Samosir hadir di lokasi, namun hingga saat ini belum ada penjelasan terbuka kepada publik terkait tujuan pengangkutan pupuk bersubsidi tersebut dan dasar hukumnya.

 

Ironisnya, di saat banyak petani mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi, justru muncul dugaan pupuk tersebut diperjualbelikan ke luar wilayah.

 

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat:

Untuk siapa sebenarnya pupuk bersubsidi itu diperuntukkan? Petani atau oknum tertentu?

Warga mendesak aparat penegak hukum, dinas pertanian, dan instansi terkait segera turun tangan, melakukan pemeriksaan menyeluruh, serta membuka ke publik hasil penelusuran agar tidak muncul kesan pembiaran terhadap dugaan penyelewengan pupuk subsidi.(Tim)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement