Jejakmedia.com Tebing Tinggi Viral di berbagai grup media sosial dan aplikasi percakapan, sebuah video yang diduga memperlihatkan aktivitas peredaran narkotika jenis sabu di kawasan Kampung Keleng Akper Wisada, Kelurahan Tanjung Marulak, Kota Tebing Tinggi, memicu keresahan sekaligus kemarahan masyarakat.
Video yang beredar luas tersebut sontak menjadi perbincangan publik. Pasalnya, sejumlah warga menilai dugaan aktivitas peredaran narkoba di kawasan tersebut bukanlah isu baru. Bahkan, sebagian masyarakat menyebut informasi itu sudah lama menjadi pembicaraan di lingkungan sekitar.
Namun yang kini menjadi sorotan bukan hanya isi video yang viral, melainkan respons aparat penegak hukum terhadap informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Saat dikonfirmasi terkait video yang beredar, Kasat Reserse Narkoba Polres Tebing Tinggi memberikan jawaban singkat:
“Kami tindak lanjuti informasi tersebut.”
Jawaban tersebut tentu menjadi langkah awal yang patut diapresiasi. Akan tetapi, di mata publik yang selama ini resah dengan ancaman narkoba, pernyataan itu belum cukup untuk menjawab berbagai pertanyaan yang terus bermunculan.
Masyarakat menilai bahwa persoalan narkoba bukanlah kejahatan yang muncul dalam satu malam. Jika dugaan aktivitas peredaran sabu itu benar adanya, maka publik bertanya mengapa informasi tersebut baru mendapat perhatian serius setelah video viral menyebar luas di media sosial.
Pertanyaan yang kini berkembang di tengah masyarakat cukup sederhana namun tajam:
Mengapa harus viral terlebih dahulu baru menjadi perhatian?
Apakah laporan dan keluhan warga selama ini tidak pernah sampai kepada aparat?
Ataukah peredaran narkoba sudah begitu terang-terangan sehingga masyarakat lebih dahulu mengetahui dibanding aparat penegak hukum?
Berbagai pertanyaan tersebut kini menjadi bola panas yang harus dijawab melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan normatif.
Publik menilai bahwa perang terhadap narkoba tidak boleh hanya menjadi slogan dan seremonial semata. Masyarakat membutuhkan bukti bahwa setiap informasi yang beredar benar-benar ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.
Jika dugaan tersebut terbukti melalui proses hukum yang sah, maka aparat diminta bertindak tegas terhadap siapa pun yang terlibat. Sebaliknya, apabila informasi yang beredar tidak terbukti, masyarakat juga berhak mendapatkan penjelasan resmi agar tidak terus hidup dalam spekulasi dan keresahan.
Saat ini, masyarakat Tebing Tinggi sedang menunggu langkah konkret dari aparat penegak hukum. Sebab kepercayaan publik tidak dibangun melalui pernyataan singkat atau janji tindak lanjut semata.
Kepercayaan publik lahir dari keberanian mengungkap fakta, menangkap pelaku yang terbukti bersalah, serta menyampaikan hasil penanganan perkara secara terbuka kepada masyarakat.
Kasus yang kini viral tersebut menjadi ujian tersendiri bagi aparat penegak hukum di Tebing Tinggi. Publik ingin melihat apakah dugaan peredaran narkoba itu akan diusut hingga tuntas atau justru perlahan menghilang seiring meredanya perhatian media sosial.
Satu hal yang pasti, masyarakat tidak sedang menunggu klarifikasi.
Masyarakat sedang menunggu pembuktian.
Karena dalam pemberantasan narkoba, tindakan lebih penting daripada pernyataan, dan hasil lebih bernilai daripada janji.
( Bl )



Comment