UNTUK MEMBACA BERITA SERET KEATAS
Daerah
Home » Berita » Monitoring Dua Kilang Padi di Asahan, Pemko Tanjungbalai Dapati Penyebab Kelangkaan Beras Karena Turunnya Pasokan dan Tingginya Harga Gabah

Monitoring Dua Kilang Padi di Asahan, Pemko Tanjungbalai Dapati Penyebab Kelangkaan Beras Karena Turunnya Pasokan dan Tingginya Harga Gabah

Tanjungbalai, Jejakmedia.com

 

Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai meninjau beberapa kilang padi untuk menguak penyebab kenaikan harga beras dalam beberapa hari terakhir.

 

Tim gabungan Pemko Tanjungbalai dan Satgas Pangan turun memonitoring penyebab kelangkaan dan kenaikan harga beras tersebut dengan mengecek dua kilang padi di Kabupaten Asahan, Senin (6/7/2026)

Wali Kota Mahyaruddin Salim Kukuhkan 45 Anggota Paskibraka 2026, Putra Putri Terbaik Tanjungbalai Siap Kibarkan Sang Merah Putih HUT Ke-81 Kemerdekaan RI 

 

Sejumlah merek beras premium hilang di pasar Kota Tanjungbalai. Mulai dari beras premium AA, hingga Cap Jeruk sulit didapat.

 

Beberapa hari terakhir, merk-merk dari kilang padi PT Jampalan dan AA yang berasal dari Asahan ini, sulit didapat di pasar.

 

Bertemu Para Pedagang Alun-alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, Wali Kota Tanjungbalai Tegaskan Tidak Ada Larangan Berjualan, Jaga Kebersihan dan Estetika Kawasan Sekitar

Hal tersebut diakibatkan berkurangnya panen petani yang ada di Sumatra Utara, sehingga pasokan gabah sulit didapat.

 

Management Representative PT Jampalan Baru, Khairani membenarkan hal tersebut. Menurutnya, saat ini produksi PT Jampalan Baru sedang berkurang.

 

“Memang produksi kami berkurang. Hanya saja saya tidak tau berapa persen berkurangnya, karena manager produksi sedang tidak disini,” kata Manager Representative PT Jampalan Baru, Khairani

Wakil Wali Kota Tanjungbalai Terima Audiensi dan Silaturahmi PD Wanita Islam 

 

Menurutnya produksi menurun karena berkurangnya gabah dari petani untuk diolah pabrik.

 

“Gabah susah. Tahun lalu kami minta dari Aceh, tapi tahun ini semuanya habis. Mereka juga kekurangan,” kata Khairani.

 

Khairani membeberkan saat ini pasokan gudang beras hanya tersisa dua hingga tiga bulan kedepan.

 

Senada dengan Khairani, Pemilik Kilang Padi AA, Ahun mengaku produksi turut turun hingga 80 persen dari tahun-tahun sebelumnya.

 

“Sebulan ini hancur, gabah ga ada. Karena saat gabah panen raya kemarin, kita ga berani ambil banyak karena harga sudah tinggi. Ternyata, saat ini gabah susah didapat,” kata Ahun.

 

Katanya, kini dirinya mencari gabah ke Tapanuli Utara dan dibeli dengan harga yang mahal, sehingga saat ini produksi harus berkurang.

 

“Panen raya sudah habis. Kami paling punya stok hanya sampai satu bulan kedepan,” katanya.

 

Ia juga mengaku, saat ini kilang padi AA juga tidak sementara tidak ada memproduksi beras berukuran lima kilogram.

 

Sementara Asisten Ekbang Tanjungbalai, Tajul Abrar, mengaku saat ini Pemko Tanjungbalai telah berkoordinasi dengan pemilik kilang padi.

 

Menurutnya, memang saat ini jumlah gabah di Sumatera Utara tidak memenuhi permintaan untuk gabah di Kabupaten Asahan.

 

“Memang masalahnya ini ada di petani. Kita dari Pemko Tanjungbalai akan melakukan monitoring dan mencari solusi terhadap permasalahan ini,” ungkap Tajul. (MRS)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement